Monday, December 11, 2017




Soal mengingat, otak saya ini termasuk diskriminatif. Hal-hal penting macam hafalan mata kuliah saya tidak ada yang ingat, namun lucunya, yang sepele seperti acara tivi minggu pagi masih nempel di kepala. Ya, bahkan saya masih hafal betul jadwal acara dan bagaimana kisah-kisahnya. Termasuk di antaranya adalah Power Rangers.

Tau Power Rangers, kan? Kelompok pahlawan super pancawarna yang terkenal dengan jargonnya, "Saatnya berubah!".
Untungnya di saya, masa kecil masih saya habiskan dengan menghancurkan monster jahat bersama mereka, bukannya cinta-cintaan ala sinetron FTV kalengan.

Maka, sebab seringnya saya menonton acara mereka, saya sampai bisa tau bahwa berantemnya PR (Power Rangers) itu dibagi menjadi tiga segmen; Pertama, pertarungan langsung tanpa berubah sebelumnya. Mereka tau, dalam segmen ini pasukan lawan pasti tambah banyak, tapi tetap saja mereka tidak langsung panggil robot raksasa.

Kedua, berubah menjadi ksatria baju warna-warni dengan dikomando Ranger Merah. Di sini lucunya. Seakan-akan sebelumnya sudah ada musyawarah mufakat bahwa kalau Ranger Merah belum ngajak berubah, ya jangan berubah. Mau segenting apapun situasinya.

Ketiga, memanggil robot raksasa yang setelah saya amati selalu muncul setiap sepuluh menit sebelum acara selesai. Biarlah, mungkin para PR tidak hafal kalau tiap monster pasti membengkak dulu sebelum kalah. Atau para PR memang tidak paham apa itu tindakan pencegahan.

Para penganut behaviorism mengatakan, bahwa dengan adanya stimulus, seharusnya ada respons. Seperti halnya aksi-reaksinya Newton. Kalau ada sebab, ya seharusnya ada akibat. Dan untuk manusia, apa jadinya jika menemui masalah?

Seharusnya yang muncul adalah adaptasi atau perubahan. Apalagi jika sudah berkali-kali menghadapi, dan hasilnya sama. Manusia seharusnya tidak usah menunggu Ranger Merah mengajaknya berubah, atau menunggu 'monster jahat' mereka menjadi besar dulu baru melakukan serangan pamungkas.

Ya, to? Saatnya berubah! (Laks. Faiz)


Kredit Gambar: https://goo.gl/nBZ6os

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon