Friday, November 10, 2017


Siapa yang disebut sebagai pahlawan? Apakah ia yang memerangi saudaranya sendiri? Ataukah ia yang mengaku jihad di jalan Allah?
Itu statemen awal saya akibat geregetan melihat fenomena yang sering terjadi dewasa ini.

Ah, dimanakah makna pahlawan itu diletakkan?

Hari ini 10 November 2017 rakyat Indonesia sedang memperingati hari Pahlawan. Meskipun pelaksanaan peringatan ini sebatas seremonial saja, namun di beberapa tempat di Indonesia melakukan aksi di kota masing-masing menuntut kebijakan pemerintah setempat. Salah satunya di kota Malang beberapa aliansi mahasiswa menuntut kebijakan DPRD kota Malang yang kurang cakap. Mereka berorasi di depan gedung DPRD dengan aksi saling dorong dengan apparat kepolisian - beritajatim.com. Para mahasiswa ini melakukan kritik terhadap pemerintah. Para pejuang dahulu memperjuangkan kemerdekaan dengan berlinang darah di mana-mana bukan untuk kesejahteraan segelintir orang dengan kasus korupsi dan suap.

Dari aksi mahasiswa di kota Malang tersebut mengingatkan saya kepada Mikhail Bakunin. Ia adalah tokoh pencetus gerakan 'anarkisme'. Anarkisme yang dicetuskan oleh Bakunin ini tidak serta merta hanya gerakan yang merusak dan mengobrak-abrik peraturan negara. Akan tetapi ruh dari gerakan ini adalah kritisisme yang dilontarkan kepada kebijakan pemerintah. Negara dalam lingkup besar dan kabupaten bahkan desa adalah lingkup kecil, rakyat perlu melakukan kritik untuk mengontrol.

Rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi seperti yang dikatakan oleh John Locke. Akan tetapi yang terjadi adalah penyimpangan mindset rakyat. Mereka merasa hanya seperti babu yang dikuasai oleh pemerintahan. Sedikit diantara mereka yang sudi melakukan kritik pedas terhadap kebijakan. Disini Mikhail Bakunin menawarkan konsep terhadap gerakan yang perlu ditindak lanjuti oleh rakyat kecil. Penindasan akan merajalela apabila rakyat diam tanpa kata.

Kembali ke topik hari Pahlawan, sebenarnya siapa yang dapat disebut sebagai pahlawan? Pahlawan pantas disematkan kepada para pejuang dahulu yang memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia dari kolonialisasi, dan menumpahkan darah demi bumi pertiwi, serta rela mengorbankan harta benda bahkan berani mati. Lalu dimanakah makna pahlawan di "Zaman Now"?

Dalam mengisi kemerdekaan, kita perlu melakukan sesuatu yang baru untuk menciptakan makna pahlawan. Pahlawan adalah orang yang menonjol atas keberaniannya membela kebenaran meskipun wajah kebenaran itu sendiri tidaklah nampak seperti yang dikatakan oleh Thomas Kunt. Pahlawan saat ini berkaitan dengan perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara riil.

Terkadang kita terkecoh oleh gelar pahlawan. Banyak yang mengaku pahlawan akan tetapi gerakannya setelah terjadi gejolak bahkan setelah usai pertumpahan darah.

Kalau menurut kami yang hanya tukang ngopi ini, pahlawan 'zaman now' ya yang sering bayarin ngopi, hahaha!


Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon