Thursday, October 19, 2017





Diberanda facebook ramai soal pribumi-pribumian. Jadi gemes ingin ikut-ikutan meramaikan momen ini.

Bermula dari pidato Gubernur Jakarta yang baru dilantik, Anies Baswedan yang menyebut kata "pribumi" maka, ramailah sosial media dengan berbagai tanggapan, dan yang pasti sebagian pro sebagian lagi kontra.

Memang, perlu disayangkan seorang gubernur yang pernah menjadi akademisi dan yang pasti pengetahuan masalah "pribumi-pribumian" ini tidaklah kurang dibanding orang lain yang dalam pidatonya masih mengungkit persoalan pribumi dan non pribumi yang mana kata "pribumi" bagi sebagian golongan dianggap mengandung arti "merendahkan" golongan tertentu.

Tapi, tidak perlu serius menanggapi hal ini. Bisa saja Oom Anies keseleo lidah mengatakan hal itu. Karena Oom Anis bukanlah orang bodoh seperti kami dan tentunya beliau lebih mengerti konteks sebuah kalimat. Karena, kata "pribumi" dalam pidato Oom Anis sebenarnya relevan tapi dengan catatan yang mengatakan hal itu adalah Cokro Aminoto didepan murid-muridnya pada masa itu, bukan masa sekarang didepan masyarakat tahun 2017. Atau mungkin, Oom Anies merasa dirinya adalah Cokro Aminoto yang "dibangkitkan" kembali sehingga perlu membahas "pribumi" karena beliau masih merasa terjajah. Siapa yang menjajah? Pihak-pihak yang mengikat kontrak politik dengan beliau.

Namun, karena beliau mantan akademisi. Bisa saja nge-les-nya, dengan bahasa akademisi yang berbobot penuh referensi sehingga masyakat tidak mengerti. Cukup manthuk-manthuk sambil bilang "Oooo...."

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon