Wednesday, October 4, 2017



‘Kladuk Wani Kurang Dugo’ begitulah kiranya pepatah jawa mengatakan tentang kritik etika. Etika merupakan sesuatu yang menjadi dasar nilai-nilai yang disepakati secara konvensional. Dengan kata lain nilai-nilai dalam masyarakat seperti adat istiadat sudah menjadi hukum mutlak meski tidak tertulis. Salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, adalah tentang anggah-ungguh (kesopanan).

Melihat kondisi sekarang, seringkali nilai tersebut sudah semakin terkikis oleh zaman. Norma kesopanan menjadi sesuatu yang dengan tidak sadar semakin hilang dari pola kehidupan. Misalnya, banyak ditemui anak-anak yang berperilaku tidak sopan kepada orang tua. Dengan cara berbahasa dan bertingkah-laku seenaknya, anak-anak modern sekarang ini sudah semakin tidak mengerti aplikasi dari praktik kesopanan.

Masyarakat Jawa, klasifikasi dalam berbahasa sangat dihormati. Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi. Bahasa, dalam hal ini Jawa, memiliki klasifikasi atau penggolongan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, sebaya, dan dengan orang yang lebih muda. Bahasa Jawa memiliki kaidah-kaidah dan aturan berbahasa sendiri yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu secara spontanitas. Yakni melalui praktik berbahasa dalam komunikasi sehari-hari secara langsung.

Cerminan kebiasaan yang luhur itu sudah tidak lagi terjadi di masa sekarang. Banyak masyarakat yang tidak paham akan pentingnya menjaga tradisi berbahasa kesukuan. Dengan alasan trend zaman, masyarakat lebih suka melatih anaknya dari kecil dengan berbahasa Indonesia dan melalaikan bahasa dimana ia dilahirkan, contoh; bahasa Jawa. Sehingga anak-anak hasil ketidakpahaman ini, menghasilkan generasi yang tindak-tanduknya dalam kondisi miris. Banyak remaja-remaja dan orang dewasa yang tidak mampu berbahasa Jawa kepada lawan bicara yang lebih tua dengan sopan dan benar.




Melihat hal semacam ini, orang tua yang semestinya dihormati dengan berbahasa yang halus serta dimengerti, dikomunikasikan dengan bahasa nasional yang seringkali orang di usia senja kurang mampu memahami dan mempraktikkannya. Orang tua terkadang tidak membutuhkan suatu penghormatan. Akan tetapi hal ini lebih kepada suatu bentuk norma kesopanan kepada orang tua, yang sudah selayaknya dilakukan seseorang yang lebih muda. Etika itu semacam proses yang abstrak, sehingga dapat dibentuk melalui perilaku dan sikap sehari-hari. Tentu saja pembentukan ini dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dimana ia tinggal.

Berbahasa Indonesia  dengan baik dan benar sangat diperlukan. Akan tetapi sebagai calon generasi bangsa yang berbudaya, bahasa daerah sudah semestinya dijaga dan dilestarikan juga. Bahasa daerah sebagai wujud dari kekayaan budaya negara Indonesia. Sedangkan etika/kesopanan merupakan suatu karakter luhur masyarakat Indonesia.

Semoga para orang tua dan masyarakat Indonesia segera menyadari bahwa trend tidak harus melupakan asal budayanya, seperti kacang yang lupa akan kulitnya.




Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon