Tuesday, October 17, 2017







Ini bukan review atau resensi ala pecinta film. Ini sebatas semacam pamer atau ingin menunjukkan kalau penulis pernah menonton film ini. Ya, meskipun kelas menontonnya hanya sampai pada kelas LK21 ukuran 360p karena internet tidak begitu bersahabat untuk download film bergambar bagus. Setelah selesai di unduh, film ditonton ternyata gambarnya agak nge-blur dan dimenit-menit tertentu antara suara gambar terdapat delay yang sebenarnya tidak begitu jauh tapi lumayan mengganggu. Karena saya tidak mengerti bahasa Londo (Inggris) maka saya pakai subtitle, dan secara kebetulan subtitlenya juga tidak begitu bagus hampir seperti gugel terjemahan. Eh...tapi tidak apa-apa namanya juga film donlodan gratis lagi..

Tapi, saya suka film ini karena pada dasarnya saya memang penggemar film sniper-sniperan, karena sniper yang ada difilm itu unik, sniper adalah orang yang sabar, emosinya sangat stabil sebenci apapun sniper kepada musuhnya sniper tetap menekan kemarahannya untuk menjaga akurasi tembakannya, tidak gegabah. Bayangkan, jika akurasi sniper kacau bisa-bisa tarjet yang ditembak kepala yang terkena tembakan malah anunya.

Kembali lagi ke film yang saya maksud tadi, film ini melanjutkan karir seorang Sersan Mayor Becket sebagai sniper difilm-film sebelumnya. Dalam film ini Becket membantu satuan dari beberapa tim militer dan kepolisian diantaranya FBI, CIA, dan DEA yang ditugaskan di Kolombia untuk membasmi gembong narkoba disana. Namanya sniper, kegiatannya hanya mengintip dan menembak, cuma sayangnya seperti di film-film sebelumnya Becked hanya dua kali menembak ala sniper. Untuk cerita lebih utuhnya silahkan tonton filmnya. Saya tidak bisa menjelaskan secara detail bagaimana ceritanya.

Yang jelas, dalam film ini ada sepatah kata dialog di dalam film yang membuat saya tertarik untuk mencantumkannya disini yaitu: "Fokus atas suatu tarjet, tidak berarti membuat sempit pandangan atas hal-hal lain disekitar tarjet". Sebenarnya masih banyak kata-kata lain yang menarik. Untuk tulisan kali ini saya cenderung tertarik untuk mencatat kata-kata itu.

Sebab, kata-kata tersebut sedikit menggeser pengetahuan saya soal fokus. Awalnya, saya mengira fokus itu harus menuju satu poin tarjet yang telah direncanakan dan mengabaikan hal lain diluar tarjet yang direncanakan. Namun, agaknya saya sepakat dengan kata-kata yang telah dikutip diatas. Jika diartikan dalam konteks lain bisa berarti saat fokus mentarjet sesuatu dikehidupan nyata maka kita, terutama saya, tidak bisa melepaskan fakta-fakta lain yang bisa dijadikan landasan untuk mempertimbangkan tarjet lain yang lebih penting. Artinya, belum tentu tarjet awal adalah tarjet yang sebenarnya dan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki untuk meraih tarjet tersebut. Bisa jadi ada tarjet alternatif yang lebih penting dan minim resiko dalam meraihnya.

Namun, ini hanya film yang bisa saja dijadikan sarana untuk bergurau bukan guru dengan segala kekeramatannya.

~Selamat menjalani hidup, jangan lupa ngopi dan jangan terlalu serius~

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon