Tuesday, October 3, 2017



Hai...Apa kabar...?
Baik 'kan...?
Masih enak jamanku to...?
Pada jamanku itu, apapapun murah termasuk nyawamu.
Orang bertanya tidak akan ditahan, bisa saja langsung "dihilangkan".

Berdasarkan berita yang beredar, Kak Jonru sang pahlawan media sosial yang saya kagumi itu masuk bui. Ya...masuk bui, ditahan polisi maksudnya. Atas tuduhan ujaran kebencian.

Padahal, di fanpage Kak Jonru tidak pernah ada ujaran kebencian seperti yang dituduhkan. Iyakan..? Kebanyakan Kak Jonru hanya bertanya tentang sesuatu yang belum jelas menurut Kak Jonru. Semisal seperti ini: "apakah si anu benar anak si fulan dan bukan anak haram..?" Atau seperti ini: "Benarkah bapak yang itu ulama yang tidak sesat...?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hampir sama pertanyaan demikian:" Apakah benar Kak Jonru ini anak dari Ibu kandungnya dan bukan hasil hubungan haram...? Kalau benar apa buktinya..? Akta kelahiran bisa dipalsukan 'kan". Tidak ada unsur kebenciannya 'kan? 'Kan cuma bertanya tidak menuduh. Kalau menuduh itu seperti ini: "kak Jonru itu suka memfitnah...." ini baru menuduh. Karena Kak Jonru tidak pernah memfitnah siapapun, Kak Jonru hanya menyebarkan berita dari temannya dan temannya Kak Jonru dapat berita dari temannya yang lain yang tidak tahu asal muasalnya. Cuma gitu, itu tidak salah 'kan? Lalu kenapa kak Jonru ditahan. Jangan tanya Ana, Ana tidak tahu. Karena Ana bukan polisi.

Jadi, jangan bertanya apapun di Negeri ini dengan cara bertanya-nya Kak Jonru, karena pertanyaan ala Kak Jonru itu bisa menjadi sebab kita masuk penjara. Sebab dalam kondisi bertanyapun Kak Jonru sudah berhasi bikin mules banayak orang. Dalam bertanyanya Kak Jonru ini sudah mengandung unsur kebencian dan fitnah yang terselubung dengan menyertakan tautan berita yang belum tentu kebenarannya.

Namun sudahlah Kak Jonru sudah ditahan, jadi kita yang akan melanjutkan perjuangan beliau dalam memerangi Hoax dan meredam kebencian antar sesama



______________
Catatan:
- Memahami konteks dari sebuah teks itu penting, agar tidak terjebak dalam pusaran penggiringan opini dalam bentuk pertanyaan dan bentuk-bentuk lain yang terselubung.

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon