Sunday, October 15, 2017



Jokowi, lebih tepatnya Presiden Jokowi, sebagai Presiden Indonesia mempunyai fan base-nya sendiri terutama rakyat Indonesia. Sebab beliau adalah presiden, kepala negara dan publik figur nomor satu di negeri ini (nomor duanya Fadli Zon, mungkin) sehingga apapun yang terjadi di negeri yang luasnya sak- Ula ika humul Muflihun ini, sudah pasti ada hubungannya dengan Jokowi bahkan jika ada rakyat yang terlambat untuk BAB-pun Jokowi bisa dibuat salah. Maka, terlahirlah golongan dengan sebutan jama'ah "Salawi (salah Jokowi)" sebagai haters-nya Presiden Jokowi.

Selain "Salawi" ada sebutan lain untuk haters-nya Jokowi  diantaranya, Panasbung, Kampreter dan lain sebagainya yang sebutannya banyak sekali tapi pak guru tidak mewajibkan menghafalnya satu persatu, jadi tidak wajib pula disebutkan disini. Ada yang lebih keterlaluan lagi, mungkin karena terlalu bencinya, menyebut Presiden Jokowi dengan sebutan nama induk kecebong di sosial media, namun kabarnya orang tersebut telah tertangkap. Pihak haterspun tidak mau kalah, mereka juga memberikan julukan untuk Fans Jokowi dengan sebutan "Kecebong"

Yang menjadi pertanyaan kemudian, apa hubungan Presiden Jokowi, Kodok, dan Kecebong? Mari kita pelajari bersama agar tampak lebih jelas dan agar tidak menimbulkan syak wasangka yang tidak berdasar.

Mulai dari Presiden Jokowi.
Nama lengkapnya Joko Widodo setelah berkenalan dengan Micl Romaknan, namanya lebih populer dengan panggilan Jokowi. Terlahir di Surakarta 21 Juni 1961. Memiliki seorang bapak bernama Noto Mihardjo dan Ibu bernama Sudjiatmi. Jokowi memiliki tiga orang adik perempuan. Jokowi, memiliki nama kecil Mulyono, ayah beliau berasal dari Karanganyar. Pendidikan SD beliau tempuh di SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal dengan sekolah untuk kalangan menengah kebawah, artinya Jokowi kecil belum bisa disebut kaya. Setelah lulus SD, Jokowi melanjutkan sekolah ke SMP NEGERI 1 Surakarta, lulus SMP sempat mempunyai keinginan untuk melanjutkan ke SMA Negeri 1 Surakarta tapi gagal sehingga Jokowi melanjutkan ke SMA Negeri 6 Surakarta. Setelah lulus SMA, Jokowi melanjutkan ke Fakultas Kehutanan UGM dengan bekal kemampuan akademis yang dimilikinya.

Dengan menempuh proses hidup yang sedemikian panjang Jokowipun bisa menjabat jabatan yang bisa dibilang penting dan tidak main-main, mulai dari Wali Kota Solo 2 periode, Gubernur Jakarta yang belum sampai satu periode Jokowi harus melangkah lebih jauh yaitu menjadi Presiden RI. Sementara seperti itu biografi singkat Presiden Jokowi. Untuk biografi lebih lengkapnya bisa dicari di google.

Selanjutnya, Kodok.
Kodok, biasa dikenal dengan bahasa lain Katak meskipun sebenarnya keduanya berbeda. Menurut informasi yang tjangkir terima, Katak memiliki kulit yang halus dan cenderung lembap. Selain itu, kulit katak berlendir. Warna kulit katak lebih bervariasi, mulai hijau zaitun, kuning, abu-abu, hingga cokelat. Namun jika Kodok pada umumnya kulitnya kasar, berbintil-bintil dan kering. Karena itu, kodok dapat bertahan lebih lama di tempat yang kering. Kebanyakan kulit kodok berwarna cokelat. Namun, biasanya orang tak peduli dengan perbedaan ini yang jelas katak dan kodok merupakan hewan amfibi, bisa hidup di darat maupun air dengan bentuk yang sedemikian rupa. Kodok sendiri merupakan hasil dari proses metamorfosis yang sedemikian rupa sehingga jadilah kodok. Kodok tidak serta-merta langsung menjadi kodok, namun kodok menempuh proses yang tidak mudah; menghadapi musim, cuaca dan ancaman lain yang memungkinkan dia gagal untuk menjdi kodok. Tidak seperti anggota DPR yang dulunya anak presiden, yang prosesnya lap...duerr langsung jadi anggota DPR.

Lalu, bagaimana dengan kecebong?
Kecebong adalah nama lain berudu. Berudu adalah tahapan kehidupan yang akan dialami oleh para amfibia. Amfibia bisa diartikan sebagai hewan yang bertulang belakang dan mampu hidup di darat dan juga air. Kecebong ini memiliki bentuk seperti ikan kecil yang memiliki ekor. Kecebong tidak memiliki paru-paru. Sebagai gantinya kecebong bernafas dengan insang. Insang yang ada pada kecebong ini memiliki area permukaan yang besar. Dengan menggunakan insang ini, maka kecebong bisa mendapatkan oksigen lebih. Kecebong muda mempunyai insang yang terbuka. Ketika beranjak tua, insang mereka akan tertutup oleh kulit. Kecebong merupakan salah satu tahapan proses untuk menjadi kodok. jadi sebelum kodok menjadi kodok maka kodok harus menempuh proses untuk menjadi kecebong dulu.

Lalu apa hubungan ketiganya?
Sebenarnya, jika dilihat dari pengertian di atas. Antara Jokowi, Kodok dan Kecebong tidak ada hubungannya sama sekali. Namun, kenapa tiba-tiba Jokowi Fans disebut Kecebong? saya pribadi juga tidak tahu pasti, jika anda ingin tahu secara pasti coba anda tanyakan kepada mereka yang menyebut Fans  Jokowi dengan istilah "kecebong". Jangan-jangan mereka juga tidak tahu kenapa mereka menyebut orang lain dengan "kecebong". Namun perlu dicatat, saya yang menulis tulisan ini bukan fans Jokowi atau hatersnya Jokowi. Saya hanya masyarakat biasa yang terkadang masih membutuhkan pemerintah. Terlebih soal KTP elektronik yang blangkonya habis dan tak kunjung dicetak


***Salam Tjangkir***





Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon