Monday, September 25, 2017



Yang akan ditulis disini sebenarnya adalah, agar orang mlarat seperti saya memiliki alasan kenapa memilih jalan hidup mlarat. Jadi, tulisan ini nantinya tidak akan ada isi penting yang akan ditemukan kecuali hanya emosi dari penulisnya.

Melarat itu...
Dalam arti yang lain mlarat masih dalam keluarga besar dengan miskin, prasejahtera, kere, dan mungkin ada kata-kata lain yang belum tercatat disini. Semua kata tersebut intinya sama namun berbeda rasa.
Melarat, secara bebas bisa diartikan orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, dalam KBBI Online kata ini sama dengan miskin. Namun rasa yang akan ditimbulkan berbeda dengan kata miskin dan kere, bagi orang yang diberi gelar tersebut.

Melarat, miskin atau gelar-gelar lain yang satu keluarga besar dengan kedua kata yang tersebut diatas merujuk kepada orang yang tidak mampu dalam memenuhi standar kelayakan mutu hidup yang diciptakan sedemikian rupa oleh lingkungan sosial dan negara.

Sedangkan, apakah kesejahteraan itu bisa diukur dengan jumlah materi atau sesuatu yang menjadi simbol kelayakan mutu hidup, uang misalnya....?

Entah bisa atau tidak, namun pada dasarnya, kesejahteraan adalah soal kebiasaan. Bagi orang yang terbiasa dengan hidup yang biasa saja mereka merasa cukup sejahtera. Namun, bagi orang yang terbiasa dengan keadaan serba ada, keadaan orang-orang yang terbiasa dengan hidup biasa ini bisa dianggap kaum prasejahtera.

Sehingga, bisa saja orang yang melarat ini dianggap tidak sejahtera hanya berdasarkan penilaian sosial dan hitungan statistik negara. Jika demikian berarti, melarat dan tidak melarat dinilai dari ketidakpunyaan sesuatu yang dianggap simbol kekayaan yang tampak bagi mereka.

Lalu, sebab apa mereka disebut miskin, melarat, kere, prasejahtera...?

Sebab negara mempunyai standard minimal kelayakan hidup bagi masyarakat, selain negara lingkungan sosial juga demikian. Lingkungan sosial secara tidak tertulis juga mempunyai standardnya masing-masing. Sebuah keluarga yang rumahnya lebih jelek dari penduduk lingkungan yang lain biasanya dianggap miskin atau dalam bahasa politisnya disebut prasejahtera, padahal belum tentu juga. Ada sebagian dari masyarakat dengan rumah bagus, mobil bagus namun setiap hari ada percekcokan didalam keluarga tersebut. Sejahterakah mereka...?

Saya juga tidak tahu, karena saya juga belum pernah punya mobil bagus.

***Sudah Gitu aja....***

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon