Thursday, September 21, 2017



Pada Awalnya...
Para ustadz di tivi-tivi selalu mengajarkan bahwa Islam datang membawa kedamaian. Karena islam sendiri satu akar kalimat dengan salam yang artinya keselamatan, entah benar atau tidak sebab saya juga tidak terlalu memahami artinya.

Para ustadz meneriakkan Islam membawa kedamaian, keselamatan. Islam juga mengajarkan keramahan, mengajarkan kesejukan. Tapi bukankah mereka yang nge-bom itu juga beragama Islam?

Islam juga mengajarkan kejujuran, kesederhanaaan, kerendahhatian. Tapi bukankan berita-berita hoax yang tersebar didunia maya disebarkan oleh orang Islam juga? Ustad yang kaya raya memakai mobil mewah-mewah juga beragama Islam? Tidak mungkin namanya ustad beragama non Islam.

Tapi, tidak apa-apa. Sejelek-jeleknya ustad sebagus-bagusnya orang biasa 'kan?

Tapi bukan itu maksud tulisan ini. Para penganut agama, biasanya, memasrahkan diri kepada agama atas dasar kepercayaan jika esok setelah mereka mati mendapat tempat yang baik disisi Tuhan yang mereka percayai. Dengan daya dan upaya, mereka menjalankan ajaran agama dengan sebaik mungkin, sesempurna mungkin. Namun, terkadang salah satu ajaran Tuhan mereka menjalankan dengan berlebihan namun melupakan ajaran Tuhan yang lain, seperti halnya mereka sungguh serius menerapkan ajaran "jihad". Maksud mereka sih baik ingin jihad dijalan Tuhan. Namun, sebagian menganggap yang namanya jihad harus berperang. Jika tidak berperang jihadnya kurang mantap. Atau kalaupun tidak berperang maka harus meledakkan diri. Apa iya..? Saya juga tidak tahu.

Disisi lain, sering kali ajaran Tuhan tentang kemanusiaan dikesampingkan. Sehingga penganut ajaran ini terkesan tidak manusiawi. Sebagian muslim melakukan perintah Tuhan --yang berhubungan dengan manusia-- hampir hanya kepada sesama muslim saja kepada non muslim mereka sering kali melakukan hal yang tidak baik, semisal: jika sesama muslim ada yang melakukan kesalahan, sebesar apapun kesalahan itu (semacam kasus korupsi atau penipuan dana haji) mereka dengan tenang membiarkannya. Padahal kasus-kasus semacam ini sangat berkaitan erat dalam hal merugikan umat. Namun, jika yang melakukan kesalahan non muslin dan bahkan kesalahannya tidak berkaitan langsung dengan muslim disekitar mereka hidup, dengan lantang mereka akan memprotesnya bahkan acap kali protes tersebut disertai kekerasan yang tak terduga. Kok kepada non muslim, sesama muslim yang berbeda aliran saja mereka me-neraka-kan kok.

Dengan uraian yang sedemikian tidak menarik ini mungkin suatu saat atau bahkan sekarang sudah ada orang-orang yang pernah berharap pada kedamaian ajaran Islam akan kecewa, terlebih kesejukan Islam, yang sebenarnya juga masih banyak, sering kali tertimpa dengan keganasan islam.

Terkadang, saya berangan-angan. Apa iya kalau tidak galak islamnya belum kaffah....??

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon