Wednesday, September 20, 2017


Dulu...,

Saat Koes Plus masih eksis di puncak ketenaran. Orang-orang merasakan pacaran yang demikian romantis, berimajinasi seindah mungkin untuk mengukir kalimat perkalimat disetiap baris kata-katanya demi selembar dua lembar surat kepada kekasih. Namun, hal ini menyusahkan bagi orang-orang zaman sekarang.

Kala itu --katanya, wong saya juga bukan orang yang terlahir kala itu-- ditoko buku dijual banyak buku-buku contoh menulis surat kepada kekasih --mungkin kalau jaman sekarang disebut template-- Meskipun tidak selaris cerita picisan namun buku semacam ini banyak diminati oleh muda-mudi yang sedang jatuh cinta jarak jauh --istilah gahulnya LDR-- selain buku ini, dijual pula buku kumpulan puisi-puisi romantis ala remaja. Pada masa diterbikannya buku-buku ini mereka harus menulis "cium jauh dari kekasihmu yang merindukanmu" -- misalnya-- untuk mengungkapkan bahwa penulis surat sangat ingin mencium kekasihnya meskipun jarak memisahkan mereka.

Selain pasangan muda-mudi yang jatuh cinta jarak jauh ini, anak-anak yang jauh dari orang tua juga harus menyusun kata-kata untuk memberikan informasi kepada orang tuanya minimal memberi tahukan kepada orang tua kalau uang saku telah habis. Mereka harus mengimajinasikan kehadiran orang tua disampingnya dan berusaha menyusun bahasa tulis sesopan dan serapi mungkin agar tidak terjadi kesalahpahaman antara anak sebagai penulis surat dan orang tua yang akan menjadi pembaca suratnya. Dan mereka juga harus menulis: "nuwun sewu bapak, ibuk, bilih arto kagem sangu kawulo sampun telas. Bilih wonten, kawulo nyuwun tambah sangu damel setunggal wulan, dipun damel wulan ngajeng".

Dan sekarang...

Zaman sudah bergeser menjadi zaman chating, So(k)sial media, zaman dijital dimana perasaanpun di-dijital-kan. Orang tak lagi sesulit zaman dulu dalam menggambarkan perasaannya, tak harus meracik kata, menyusun kalimat. Orang tinggal klik gambar hati untuk mengatakan cinta, bibir monyong gambar hati didepannya untuk menggambarkan cium, simbol dolar jika dimaksudkan untuk uang. Atau jika terpaksa harus menulis cukup ketik: "KANGENNNNNNNN...!!!!!!!", uang saku habis cukup ketik: "PAK KIRIMONO DUIT....!!!!!!!!!".

Dengan berjalannya zaman menuju zaman dijitalisasi perasaan ini pula, semakin lama rasa bahasa seseorang semakin "tumpul". Dimana orang tak lagi bisa meraba bagaimana kandungan perasaan di balik bahasa dan orang sangat kesulitan menggambarkan perasaan dengan kata-kata. Setidaknya dua contoh kalimat di paragraf sebelumnya adalah perbedaan rasa bahasa antara orang-orang era Koes Plus dan orang era Kangen Band.

Belajar dari hal ini tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti manusia tak lagi bisa menyusun kalimat dengan tulisan karena semakin banyaknya emoticon yang mewakili kata-kata. Dan bisa juga manusia memasuki era dimana gadget mereka canggih bisa mengendalikan bom nuklir, namun mereka menggunakan tulisan ala manusia prasejarah yang berupa gambar-gambar emoticon tadi.

===============

* Hallah.....Troo....Trooo...macak nulis perkara tulisan, wong tulisanmu wae mulek ngono...

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon