Wednesday, September 27, 2017

Negara Indonesia sempat ramai oleh golongan yang menolak pancasila. Mereka yang mendukung maksimal khilafah secara terang-terangan menolak keberadaan pancasila. Padahal pancasila adalah warisan jenius leluhur bangsa. Para pendahulu mampu menciptakan sebuah ideologi yang plural untuk mengantisipasi berbagai keberagaman masyarakat Indonesia. Bukan ideologi liberal maupun komunis, akan tetapi sebuah pondasi Negara yang sangat cocok untuk iklim Indonesia yakni Pancasila.
Islam, merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di Indonesia. Namun, Indonesia tidaklah cocok apabila ditegakkan sebuah sistem yang tunduk pada hukum islam (khilafah.red). Mengingat masyarakat Indonesia yang heterogen, maka sebenarnya islam dan pancasila sangatlah tidak berbenturan. Apabila masih ada yang mengatakan demikian, itu hanyalah hasil proyek yang telah jadul. Karena Jendral AH.Nasution ketika menjabat sebagai ketua MPRS kala itu mengatakan, “membenturkan pancasila dan islam telah dilakukan oleh PKI”.
www.google.com
Pemerintah memang sudah membubarkan ormas-ormas yang berkeinginan mengobrak-abrik pancasila. Tetapi bibit-bibit khilafah kemungkinan masih bertunas dan tumbuh subur di Negara kita tanpa diketahui. Beragam kajian, forum, hingga postingan seputar idealisme khilafah masih merebak dimana-mana. Doktrin khilafah merasuki alam pikiran generasi muslim muda khususnya. Kampus menjadi sasaran yang sangat empuk untuk menyebarkan faham kontra NKRI dengan sangat lembut dan samar-samar. 
Wacana khilafah memang sudah surut belakangan ini. Berita-berita terkait kampanye khilafah sepi dibicarakan. Namun demikian, propagandanya sudah menusuk jantung pluralisme negara Indonesia. Sehingga pertumbuhannya di Indonesia tidak pantas untuk diabaikan. Lalu bagaimana dengan pancasila? Apakah pancasila dapat tergantikan? Bagaimana gerakan masyarakat untuk tetap berpondasikan di atas landasan fundamental Negara?
Kelompok pro-khilafah seharusnya lebih teliti dalam membaca kondisi. Mereka meski harus mencoba menelaah secara mendalam tentang landasan teologis dan historis pancasila. Pancasila secara substantif sudah sesuai dengan prinsip khilafah yang amar makruf nahi munkar. Bahkan dalam al-Quran juga dijelaskan masalah pluralitas umat beragama (Surat Al-Imran Ayat 64). Al-Quran juga mengajarkan untuk saling menerima pendapat orang lain. Apabila kelompok khilafah tetap intoleran dan menganggap sistemnya yang paling benar, maka esensi keislamannya dipertanyakan.
Menurut Edi AH Iyubenu dalam bukunya yang berjudul Berhala-berhala Wacana mengatakan bahwa pancasila sudah sangat islami. Demokrasi pancasila sangat relevan dengan corak Indonesia, sehingga tidak sepantasnya diobrak-abrik dengan dalih syariat maupun ideologi apapun. Bahkan sesuai dengan keteladanan Rasulullah SAW. untuk bermusyawarah dalam mencapai mufakat. Sudah sepatutnya seluruh umat muslim di Indonesia menerima dan mendukung penuh Pancasila sebagai ideologi fundamental Negara.

Writer : Ariny S.


Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon