Friday, September 29, 2017



Saya tidak mau menonton film G30/S PKI,  bukan berarti saya sengaja melupakan sejarah, saya juga tidak kontra dengan anjuran pemerintah, atau alasan-alasan lain semisal film ini tidak menunjukkan fakta sejarah-lah, film penuh konspirasi-lah atau apalah. Hanya saja, kata orang, lagi-lagi kata orang, film ini sadis. Saya tidak suka film sadis. Film sadis tidak baik untuk anak-anak. Saya khwatir, jangan-jangan setelah nonton film ini anak-anak akan menirukan adegannya.

Coba bayangkan pas adegan "darah itu merah Jenderal" lalu....kekkkkkkk...!! bercucuranlah darah. Lalu setelah nonton film ini, ada yang menirukan. Hayo....betapa ngerinya. Siapa yang akan disalahkan coba...??

Selain saya takut dengan hal yang sadis-sadis, saya khawatir di film ini nantinya akan penuh sensor. Sebab, banyak film aksi yang disensor. Menodongkan senjata disensor, berantem disensor, hingga saat nonton film di tivi, bagaimana adegan musuh terbunuh saya tidak pernah tahu.

Terlebih, film ini resmi anjuran "negara", berarti akan banyak adegan terpotong dimana kemungkinan besar film ini akan banyak adegan menodongkan senjata, menyembelih, melukai, menyiksa dengan sedemikian sadisnya yang dilakukan orang-orang yang konon katanya PKI kepada para jenderal dan orang-orang lain yang jadi sasaran PKI yang katanya sadis itu.



Kita tahu 'kan, film yang menyajikan kekerasan itu tidak baik?. Kenapa musti kita tonton? KPI sudah mengatur sedemikian rupa kode etik penyiaran. Banyak acara tivi yang kena "semprit" KPI karena ada adegan yang tidak pantas untuk ditonton. Lah, ini film sadis kok dianjurkan? Lalu bagaimana?kalau lulus sensor dengan tetap menyajikan kekerasan, KPI kemana?

_____________________
Jangan Percaya, kata-kata diatas bisa saja bisikan setan.....
Kalau tetap ingin menonton, tonton saja... siapa tahu dapat kulkas atau mejik jer....

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon