Friday, September 22, 2017

hidup itu tak harus memakai logika biner


Tidak berpahala tidak harus berdosa 'kan?
Mungkin iya, karena masih ada mubah dan makruh. Tidak semua hal berlawanan, masih ada hal yang berada di tengah-tengah atau sedikit ke samping kiri, atau kesamping kanan. Tidak semua hal yang tidak dikanan lantas dikiri. Atau sebaliknya.

Tidak semua hal bisa menggunakan logika binari, logika binari itu kalau tidak 1 ya 0. Sebab dalam binari yang ada hanya angka 1 dan 0. Seperti halnya, kalau tidak muslim tidak lantas kafir, sebab masih ada pilihan non muslim selain kafir. Terlebih di Indonesia negara yang didirikan tidak hanya untuk orang Islam seperti antum-antum antem-anteman itu, di Indonesia tidak pantas menyebut non muslim sebagai kafir sebab di sini meskipun tidak muslim, mereka masih beriman masih mengakui adanya Tuhan meskipun nama Tuhannya berbeda. Menurut antum, ada berapa sih Tuhan itu? satu 'kan? jika memang satu, menyebut yang satu tersebut dengan nama yang berbeda tidak apa-apa 'kan?Toh dalam ajaran antum sendiri --katanya-- nama Tuhan ada 99, itu masih dalam satu lingkup ajaran agama antum sendiri belum lagi ajaran agama lain, iya kan?.

hidup itu berwarna akhi/ukhti, berwarna itu artinya tidak hanya ada hitam atau putih. ada hijau, ada merah dan lain-lain. Jadi agar awet muda dan hidup agak lebih lama, pikirannya jangan hanya diisi positif negatif, ada juga perkalian dan pembagian (dalam matematika), terkadang juga ada Ground (dalam ilmu elektronika)

Jadi manusia itu ya...agak fleksibel sedikitlah. Jangan seperti "linggis" yang kaku. Setidaknya, --meskipun bisa dibilang kaku--, seperti dahan pohon pisang yang ada melengkungnya, Atau kalau mau lurus dan kaku ya seperti keris, ada berkeloknya. Wong anu saja disaat kaku ada melengkungnya. Masa iya manusia yang punya anu sekaku "linggis"? 'Kan ndak lucu.

Jadi, mari kita belajar bersama agar bisa fleksbel dan menyejukkan bagi yang lain

Eh....ada lagi, kalau tidak shalat belum tentu non muslim lho...

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon