Wednesday, September 13, 2017


tjangkir

--°°-- Bukan benar-benar web --°°--
Awalnya kami berharap bisa memberi nama domain ini dengan cangkir (dot) com. Namun domain yang kami inginkan tersebut sudah ada pemiliknya, karena sudah --sangat terlalu-- ingin punya nama domain dengan nama wadah wedang kopi ini maka jatuhlah pilihan pada nama cangkir dengan ejaan lama yakni "tjangkir". Agak memaksa memang, tapi kami tak peduli. Asal pelafalannya sama bagaimana sususan hurufnya tidak menjadi masalah. Toh maksudnya cangkir yang itu, tidak bermaksud cangkir lain.

Tjangkir sendiri sebenarnya bukan hal yang istimewa, hanya sebuah wadah mirip gelas tapi lebih pendek, agak."mblenduk", biasanya berwarna putih bermotif bunga, digunakan sebagai wadah wedang kopi meskipun wadah wedang kopi juga tidak harus tjangkir, bisa juga gelas, atau bahkan jika ingin terkesan lebih vintage pakai bumbung. Sehingga tjangkir ini tidak ada hubungannya dengan identitas tertentu terlebih dengan etnis, suku, ras bahkan agama apapun. Sejauh ini di warung-warung sekitar Ponorogo kalau pesan minuman berupa wedang dan ternyata Tjangkir (cangkir) dijadikan sebagai wadahnya biasanya pemesan memang pesan wedang kopi,(kecuali penjualnya lupa) selain kopi, semisal teh, biasanya menggunakan wadah gelas.

Namun, bukan fungsi tersebut diatas yang membuat kami "ngeyel" dengan nama domain Tjangkir.com tapi nama othak athik gathuknya yang membuat kami jatuh pilihan pada tjangkir.com.

Karena kami suka nongkrong diwarung kopi, maka Tjangkir kami beri arti tjangkrukan sinambi mikir, dengan harapan saat kami nongkrong tak hanya ngobrol kosong, namun ada sedikit isi yang bermanfaat dari obrolan-obrolan tjangkrukan (nongkrong) tersebut. Rencana awalnya memang ada sedikit diskusi saat-saat nongkrong, namun ternyata menjadi serius itu berat.
Selain itu karena kami adalah sekumpulan orang yang banyak bicara yang sebenarnya tidak penting-penting amat maka suku kata tjang dari kata tjangkir kami jadikan kata tjangkeman yang artinya ngobrol, lengkapnya menjadi kalimat tjangkeman sinambi mikir bukan hanya tjangkeman kosong tapi ada sisi mikirnya agar otaknya sedikit encer. Tapi ternyata, mengencerkan otak itu susah juga.

Semua akronim yang kami rencanakan memang bagus-bagus dan mempunyai makna dalam setiap katanya. Namun, kami masih khawatir dengan plesetan kata yang tak terduga, semisal Tjangkir diplesetkan menjadi Tjangkem Kirik. :p
Ah...sudahlah...


---°°°---

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon