Friday, September 22, 2017



Sebenarnya, saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba muncul pikiran seperti yang ada di judul. Hanya saja, sempat beberapa kali melihat halaman yang dipromosikan di beranda facebook; di dalam ringkasan berita yang ditampilkan agak berbau-bau sara dan adu domba, dan secara kebetulan  halaman yang dipromosikan menggunakan nama ala-ala arab, nama arab memiliki kecenderungan halaman yang bersangkutan milik orang yang beragama Islam.

Semua halaman yang dipromosikan oleh facebook berarti tidak hanya saya yang bisa melihatnya. ratusan bahkan ribuan pengguna facebook tentu bisa melihatnya. Setelah saya membuka halaman yang dipromosikan tersebut kepala saya terasa panas, ingin marah, karena isinya memang memprovokasi pembaca dan menjatuhkan salah satu organisasi – yang kebetulan saya fanatik dengan organisasi yang dimaksud.

Berbicara tentang  media; kata ini adalah jamak dari kata medium,  merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dengan pengertian ini media diharapkan bisa menjadi perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan atau alat (hardware) (Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990.

Bukankah  halaman facebook adalah bagian dari media? Meskipun keberadaannya tidak bisa dijadikan pegangan sebagai sebuah sumber informasi – tunggal. Hal ini dikarenakan tidak semua penulisnya benar-benar menggunakan dan mematuhi kaidah sebagai sebuah sumber informasi yang terpercaya.

Seperti misalnya, validitas kebenaran tulisan dan sumber referensi. Dua hal ini mutlak harus terkandung dalam sebuah halaman facebook jika memang apa yang ingin disampaikan penulisnya benar dan pantas dijadikan sumber informasi.

Selain kedua hal di atas, sebuah informasi di halaman facebook juga harus mengandung obyektiftas penulis. Hal ini mengacu pada sejatinya media berada di tengah; tidak terlalu condong ke kanan, ke kiri, ke atas maupun ke bawah.

Media bukanlah alat untuk memojokkan salahsatu pihak; juga bukan alat untuk saling sindir; dan bukan alat untuk menciptakan kebencian. Media adalah sumber informasi yang valid, obyektif dan terpercaya.

Jika memang halaman facebook diserupakan media yang dapat menjadi sumber infornasi pembaca, seharusnya penulisnya pun menggunakan kaidah-kaidah guna mendukung hal itu. Jika tidak, halaman facebook tak ubahnya coretan-coretan tidak berguna; seperti halnya sampah yang harus di buang karena bisa mengganggu pandangan pembaca. Sekian. (TJ2)


Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon