Sunday, September 10, 2017


Anggota Militer Korut

Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang Korea Utara (Korut). Terutama karena kontrol kuat rezim yang saat ini berkuasa terhadap warganya, dan sikap waspada mereka terhadap orang luar. Tetapi dari gambar-gambar citra satelit, kisah para penduduk Korea Utara yang melarikan diri ke negara-negara lain, dan sedikit orang yang pernah berkunjung, gambaran kehidupan sehari-hari di negara yang penuh misteri itu perlahan tersingkap.

Sebuah gambar yang diambil dari antariksa, misalnya, mengungkap bahwa Korea Utara telah mengalami kekurangan penerangan listrik pada malam hari di seluruh negeri selama beberapa tahun terakhir. Kilasan lain menunjukkan bahwa bencana kelaparan telah berlangsung selama beberapa tahun, menyebabkan sekitar tiga juta kematian dan terus berlanjut.

Eunsun Kim, warga negara Korut yang berhasil melarikan diri bersama ibunya saat ia berusia 11 tahun, berkata bahwa indoktrinasi negara telah dimulai sejak warga negara lahir.

"Kami telah dicuci otak bahkan saat masih di dalam perut ibu," katanya. "Lebih dari 90 persen lagu-lagu yang kami dipaksa untuk menyanyikannya, semuanya tentang keluarga Kim dan Partai Buruh. Penyembahan terhadap keluarga Kim merupakan hal normal," lanjutnya.

Berikut ini foto-foto, video, dan artikel, yang dikumpulkan untuk menyoroti kehidupan sehari-hari di negara paling tertutup di dunia.



1. Di luar dugaan, Pyongyang tampak cantik saat dilihat dari atas



Dari video di atas, kita bisa menyaksikan Pyongyang, kota terbesar di Korut ini, dengan gedung-gedung berwarna pastel berjajar di sepanjang sungai yang berkelok-kelok. Pemandangan semacam ini sangat langka. Video tersebut dibuat oleh orang asing yang diizinkan mengambil rekaman dari sudut pandang unik: pesawat terbang mungil yang melayang di atas kota.

Meskipun pemerintah Korut hanya mengizinkan rekaman terbatas, pembuat film Rob Whitworth dan J.T. Singh memberikan kilasan-kilasan kehidupan sehari-hari di Pyongyang dalam video time-lapse berikut. Dari video ini kita bisa menyaksikan para penduduk Korut bepergian dengan kereta api bawah tanah, mengitari monumen bersejarah, dan mengunjungi skate park setempat.

2. Militer menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari penduduk Korut

"Anda akan melihat mereka [militer] di mana-mana. Mereka bukan hanya pertahanan negara, tetapi juga bagian dari keseluruhan identitas Korut," kata fotografer National Geographic, David Guttenfelder.



Para tentara terlibat dalam pembangunan dan proyek infrastruktur, dan Guttenfelder memotret betapa pentingnya mereka dalam kehidupan sehari-hari di Pyongyang. Guttenfelder, satu dari sedikit orang barat yang menghabiskan waktu lama di Korut—dari 2000 hingga sekarang, diundang ke pertunjukan Pertandingan Massa dan parade militer serta artileri.

Setiap orang punya peran dalam acara tersebut, termasuk para penonton, yang menggunakan buku bolak-balik berwarna untuk membuat mosaik raksasa dari tribun. Gambar-gambar tersebut merupakan penghormatan kepada pemimpin negara, atau hanya militer pada umumnya.



3. Pyongyang menampilkan cuplikan-cuplikan keindahan



Gambar-gambar yang dipotret oleh Ed Jones ini menampilkan penduduk Korut saat sedang menunggu di halte bus di Kota Pyongyang. Meski ekspresi jemu pada wajah mereka sama dengan ekspresi penumpang bus di mana pun di seluruh dunia, halte busnya justru sedikit berbeda di Korut. Bukannya menampilkan iklan atau grafiti, layar di halte justru menampilkan pemandangan alam atau perkotaan yang indah dan menakjubkan.



Bus merupakan sarana transportasi umum yang paling banyak digunakan di Ibu Kota Korut, sementara mobil pribadi justru cukup langka terlihat. Tiketnya seharga 5 Won, atau setara Rp 74,-, atau bisa dikatakan nyaris gratis.

4. Di bawah ancaman gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa erupsi



Gunung Paektu yang indah dan dianggap suci oleh warga Korut, telah bergemuruh dalam beberapa tahun terakhir. Seribu tahun silam, Gunung Paektu mengalami erupsi yang tercatat sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah manusia yang tercatat. Erupsi tersebut melontarkan bebatuan berderak dan abu vulkanik hingga mencapai Jepang.

Di luar ledakan dahsyat tersebut, Gunung paektu atau Changbai dalam bahasa China, tetap misterius. Hanya sedikit orang luar yang mengetahui keberadaan gunung tersebut, dan tak ada seorangpun yang tahu, apakah, atau kapan, gunung setinggi 2.743 mdpl tersebut akan meletus lagi.

5. Ada elemen kemewahan dalam kehidupan sebagian penduduk Korut



Kehidupan di Korea Utara tak melulu suram dan penuh malapetaka. Resor ski mewah dan sepatu roda begitu populer di kalangan elit Korut. Selama bertahun-tahun, fotografer National Geographic David Guttenfelder menangkap peningkatan popularitas sepatu roda sebagai bagian dari atletik dan rekreasi yang terjadi sejak Kim Jong Un menduduki kursi pemimpin tertinggi pada tahun 2011.

"Saya tidak bisa menghitung jumlah arena sepatu roda di Ibu Kota dan kota-kota lain," kata Guttenfelder. "Sebagian besar pemainnya adalah masyarakat elit, tetapi ini benar-benar menyebar ke seluruh negeri, semacam panggilan mendadak agar orang-orang keluar rumah dan bermain serta rekreasi," lanjutnya.

6. Sistem kereta bawah tanah di Pyongyang sangat terencana dan rinci



Awalnya, hanya ada dua pemberhentin sistem kereta bawah tanah yang dibuka untuk wisatawan. Tapi kemudian pemerintah membuka ketujuh belas pemberhentian untuk wisatawan di akhir 2015. Hasilnya cukup mengejutkan.




Melody Rowell menulis dalam artikel National Geographic bahwa para penumpang yang berada hampir 100 meter di bawah tanah, ditemani dengan lagu-lagu kebangsaan patriotik yang diputar melalui pengeras suara antik. Kereta-kereta meluncur melewati pintu baja tebal yang membuat stasiun berfungsi ganda sebagai bunker ketika terjadi bencana nuklir. Tiap-tiap stasiun diberi nama bukan untuk tengara geografis, melainkan sebuah kata kunci sosialis. Stasiun-stasiun menampilkan beberapa kombinasi patung emas Kim Il Sung, mural mosaik yang detail, plakat perunggu yang memperingati kemenangan militer Korea Utara, dan lampu gantung aneh.

"Setiap stasiun menyuguhkan hal-hal yang pemerintah ingin semua orang yang ada di Korea Utara mendengarkannya, dan segala sesuatu yang bisa membuat mereka semua terindoktrinasi," kata travel blogger sekaligus pengembang peranti lunak asal Australia, Elliot Davies. "Itu juga bagus untuk para turis. Seluruh perjalanan di Korea Utara bersifat politis. Mereka ingin Anda keluar dari sisi lain dan berkata 'Kamu tahu? Korea Utara tidak seburuk itu!'"

(Heather Brady/National Geographic, Diterjemahkan oleh Lutfi Fauziah)

LINK Asli
https://goo.gl/Gg6Fa7

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon